Bupati Bogor Tegaskan Komitmen Tangani Banjir dan Penghijauan di Musrenbang Ciriung
- account_circle Putri
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

Foto: Diskominfo Kabupaten Bogor
bogorplus.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani banjir dan meningkatkan penghijauan di wilayah saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Selasa (13/1/2026).
Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Musrenbang dilakukan secara bersamaan di 19 kelurahan di Kabupaten Bogor. Meskipun pemerintah daerah tidak dapat hadir di semua lokasi pada saat yang sama, mereka tetap berusaha mengunjungi beberapa kelurahan untuk menunjukkan keseriusan alam menyerap aspirasi masyarakat
“Karena kemampuan fiskal pemerintah daerah terbatas, setiap kelurahan dan kecamatan diberikan pagu indikatif. Namun melalui Musrenbang Kelurahan ini, banyak aspirasi masyarakat yang dapat kita tindaklanjuti melalui program-program teknokratik di perangkat daerah,” ujar Rudy.
Pada Musrenbang di Kelurahan Ciriung, masyarakat menggunakan beberapa aspirasi penting. Dari 15 RW yang ada, tigas RW masih memerlukan penanganan banjir. Rencana yang diajukan meliputi normalisasi saluran air dan usulan normalisasi sungai yang menjadi tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) dan PSDA, dengan koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Selain masalah banjir, pegelolaan sampah juga menjadi isu Utama di Kelurahan Ciriung. Rudy Susmanto menekankan bahwa isu ini akan ditindaklanjuti dalam rencana pembangunan tahun 2026 dan akan dilanjutkan dalam APBD tahun 2027.
Dalam menyikapi keberadaan bangunan di sekitar sungai, Rudy Susmanto menekankan pentingnya pendekatan musyawarah dan dialog dengan tokoh masyarakat. Ia menyatakan bahwa penataan kawasan bantaran sungai perlu dilakukan prioritas terhadap perlindungan masyarakat dan menjaga ketentraman sosial.
“Penanganan banjir, termasuk rencana normalisasi Sungai Peugeot, kita lakukan dengan pendekatan musyawarah bersama masyarakat agar pelaksanaannya tidak menimbulkan konflik dan didasari kesadaran bersama menjaga lingkungan,” ujar Rudy.
Untuk daerah yang terdampak banjir, dua RW, yaitu RW 1 dan RW 2 di sepanjang Jalan Mayor Oking, dari depan ITC Cibinong hingga Kawasan Anggada, mendapatkan perhatia khusus dari pemerintah daerah. Normalisasi saluran air lingkungan dan penanggulangan penyumbatan di beberapa titik akan menjadi bagian dari upaya mengendalikan banjir.
Lebih jauh, Rudy Susmanto juga mengangkat isu banjir secara lebih luas yang dipengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan. Kabupaten Bogor memiliki banya setu yang sebelumnya berfungsi sebagai penampungan air dan irigasi pertanian, yang kini telah beralih fungsi.
“Kami tidak hanya fokus pada normalisasi setu dan sungai, tetapi juga pada kebijakan tata ruang dan penghijauan wilayah,” ungkapnya.
Rudy menerangkan bahwa mulai tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor akan menerapkan kebijakan minimal satu kecamatan memiliki satu hectare hutan kota. Di tingkat desa dan kelurahan, pemerintah daerah juga menyiapkan lahan minimal 1.000 meter persegi untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau.
“Sejumlah program penghijauan telah berjalan, antara lain di ruas jalan tengah Bojonggede–Kemang, kawasan Citeureup seluas 48 hektar, wilayah selatan eks HGU Pancawati dan PTPN seluas 36 hektar, serta kawasan sekitar Stadion Pakansari,” jelas Rudy.
Mengenai rencana Peraturan Daerah tentang Drainase, Rudy Susmanto berharap regulasi tersebut dapat memperkuat pengelolaan saluran air agar tidak beralih fungsi dan tetap efektif dalam mendukung penanganan banjir. Ia juga mengajak semua elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.
“Penanganan banjir dan pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Bogor harus berubah menjadi lebih baik, lebih tertata, dan lebih berkelanjutan,” pungkas Bupati Rudy Susmanto.
- Penulis: Putri








