Kenapa Payudara Sakit Saat Haid? Ini Penyebab dan Solusi Medisnya
- account_circle Putri
- calendar_month Sen, 1 Des 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Nyeri payudara saat haid biasanya disebabkan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi jaringan payudara. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan bra yang nyaman, kompres hangat, atau minum obat pereda nyeri bila perlu.
Nyeri payudara saat haid umumnya tidak berbahaya dan merupakan bagian normal dari siklus menstruasi. Namun, jika nyerinya sangat mengganggu atau muncul di luar jadwal haid, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Selain karena haid, penyebab nyeri payudara karena penggunaan pil KB, kehamilan, stres, atau cedera. Waspadai jika nyeri disertai benjolan keras, perubahan bentuk payudara, atau keluar cairan dari puting, karena bisa jadi tanda kondisi yang lebih serius.
Penyebab Payudara Nyeri Saat Haid
Perubahan hormon selama siklus menstruasi adalah penyebab paling umum dari nyeri payudara. Rasa nyeri ini biasanya muncul menjelang haid, terutama saat kadar hormon estrogen meningkat dan progesteron menurun.
Pada fase ini, pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar payudara juga bisa terjadi, sehingga memperparah rasa nyeri. Selain itu, peningkatan hormon prolaktin yang biasanya merangsang produksi ASI setelah melahirkan juga bisa membuat payudara terasa lebih sensitif dan membengkak, meskipun wanita tersebut tidak sedang menyusui.
Nyeri payudara juga bisa muncul saat ovulasi, yaitu sekitar 12–14 hari sebelum haid dimulai. Namun, hormon bukan satu-satunya faktor penyebab nyeri karena kadang hanya satu payudara saja yang terasa sakit, bisa jadi respons setiap sisi payudara terhadap perubahan hormon memang berbeda.
Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Haid
Jika Anda sering merasakan nyeri payudara setiap bulan dan belum yakin apakah itu berhubungan dengan siklus haid, cobalah mencatat waktu dan tingkat nyerinya. Dengan membuat catatan ini, Anda bisa mengetahui apakah nyerinya muncul secara teratur dan mungkin berkaitan dengan hormon.
Nyeri payudara yang terjadi terus-menerus bisa memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup Anda. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar bisa mendapatkan diagnosis yang tepat dan mengetahui cara penanganannya.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada payudara, dan jika diperlukan bisa dilanjutkan dengan mammogram, USG, atau MRI, terutama jika Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Meskipun punya riwayat keluarga memang bisa meningkatkan risiko, sebagian besar wanita yang terkena kanker payudara justru tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.
Kapan Harus ke Dokter?
Kalau Anda merasakan perubahan yang tiba-tiba atau mencurigakan di payudara, jangan ragu untuk periksa ke dokter. Meski nyeri payudara saat haid biasanya tidak berbahaya, ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda masalah medis yang lebih serius.
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:
- Muncul benjolan baru atau ada perubahan bentuk benjolan
- Puting mengeluarkan cairan yang tidak biasa, terutama berwarna cokelat atau berdarah
- Nyeri payudara yang sampai mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari
- Benjolan yang hanya muncul di satu sisi payudara
Saat pemeriksaan, dokter akan memeriksa langsung bagian payudara dan menanyakan beberapa hal seputar gejala yang Anda alami. Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan antara lain:
- Apakah ada cairan dari puting
- Apakah nyerinya selalu datang setiap siklus haid
- Apakah ada gejala lain yang menyertai
Kalau ditemukan hal yang mencurigakan, dokter bisa menyarankan pemeriksaan tambahan seperti mammogram atau USG (terutama untuk usia di bawah 35 tahun). Pemeriksaan ini memang bisa sedikit tidak nyaman karena payudara ditekan, tapi sangat penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Kalau dibutuhkan, dokter juga bisa melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari benjolan untuk memastikan apakah ada sel kanker.
Jika nyeri payudara terasa sangat mengganggu hingga sulit tidur atau beraktivitas, sebaiknya segera periksa ke dokter. Begitu juga jika muncul benjolan baru, keluar cairan dari puting, atau nyeri hanya terjadi di satu sisi payudara.
- Penulis: Putri


