Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tips Aman Menyimpan Kentang dan Risiko Jika Dimasukkan ke Kulkas

  • account_circle Putri
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Beberapa bahan makanan memang bagus disimpan di kulkas agar terjaga kesegarannya. Namun, jangan coba-coba menyimpan kentang di kulkas! Ini bahayanya.

Jangan Menyimpan Kentang dalam Kulkas!

Sesuatu yang lazim untuk menyimpan stok makanan di dalam lemari es. Harapannya, bahan makanan tersebut bisa tetap awet dan segar selama beberapa waktu.

Namun, pada kenyataanya, tidak semua bahan makanan tetap terjaga kualitasnya saat disimpan di kulkas. Salah satunya adalah kentang.

Mengapa Tidak Boleh Menyimpan Kentang di Kulkas ?

Menyimpan kentang di dalam kulkas agar tetap awet dan segar justru tidak disarankan. Alasannya, ada bahaya menyimpan kentang di kulkas.

Saat kentang terpapar suhu dingin dari lemari es, kandungan pati di dalam kentang akan berubah menjadi gula.

Munculnya kandungan gula tersebut terjadi saat Anda menggoreng atau memanggang kentang yang disimpan di dalam kulkas.

Gula ini akan bergabung dengan asam amino asparagin dan menghasilkan zat kimia bernama acrylamide.

Menurut beberapa penelitian terhadap tikus, konsumsi acrylamide dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Meskipun demikian, sejauh ini belum ada bukti penelitian yang konsisten mengenai efek konsumsi acrylamide pada manusia.

Namun, beberapa ahli sepakat bahwa bahan kimia ini termasuk dalam kategori zat karsinogen.

Tips Menyimpan Kentang agar Tetap Aman Dikonsumsi

Cara menyimpan dan mengolah kentang yang keliru terbukti dapat menghilangkan kandungan gizi kentang. Anda lebih disarankan untuk merebus, mengukus, dan memanggang demi menjaga kandungan nutrisi kentang.

Nah, kalau Anda ingin menyetok selama beberapa hari, berikut tips menyimpan kentang yang direkomendasikan:

1. Simpanlah di Tempat yang Sejuk

Suhu tempat penyimpanan berperan sangat penting. Ketika disimpan pada suhu sekitar 6-100 C maka kentang mentah dapat disimpan sampai berbulan-bulan.

Biasanya suhu seperti ini berada di ruang bawah tanah, garasi, atau gudang.

Suhu ini juga dapat menghambat proses pembusukan. Menyimpannya pada suhu yang rendah dapat menjaga kandungan vitamin C di dalamnya.

Penelitian menunjukkan, kentang yang disimpan pada suhu yang rendah dapat mempertahankan kadar vitamin C sampai 90 persen.

2. Hindari dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Sinar matahari atau lampu fluorescent dapat membuat kulit kentang menghasilkan klorofil yang mengubah warnanya menjadi kehijauan.

Selain itu, paparan sinar matahari dapat menghasilkan bahan kimia beracun yang disebut solanin.

Solanin akan menimbulkan rasa pahit dan menyebabkan rasa terbakar di mulut atau tenggorokan.

Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tinggi maka akan menyebabkan rasa mual, muntah dan diare.

Senyawa ini terletak di kulit kentang dan lapisan pertama dari daging. Apabila terdapat kehijauan pada kentang, sebaiknya jangan dikonsumsi.

3. Jangan Mencuci Kentang

Kentang adalah umbi yang ditanam dengan media tanah sehingga sering terdapat kotoran di kulitnya. Nah, jangan mencuci kotoran tersebut apabila Anda akan menyimpan kentang.

Kentang yang dicuci akan menjadi lembap dan mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri. Cucilah sesaat sebelum Anda menggunakannya.

Bilas dan gosok dengan sikat untuk menghilangkan sisa kotoran. Anda dapat membilasnya menggunakan larutan garam untuk menghilangkan pestisida yang menempel.

4. Simpanlah di Tempat Terbuka

Agar terhindar dari bahaya menyimpan kentang di kulkas, letakkan umbi-umbian itu di tempat terbuka.

Kentang membutuhkan aliran udara yang cukup untuk mencegah kelembapan yang merangsang proses pembusukan.

Cara terbaik untuk menyimpannya adalah di dalam mangkuk terbuka atau kantong kertas terbuka.

Jangan menyimpannya di tempat yang tertutup tanpa ventilasi. Tanpa sirkulasi udara, kelembapan akan mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri.

5. Jauhkan dari Buah dan Sayuran Lain

Buah dan sayuran yang matang akan melepaskan gas etilen yang dapat membantu melembutkan buah dan meningkatkan kandungan gula. Jika disimpan bersama, kentang akan cepat lunak dan bertunas.

Jangan menyimpan kentang bersama dengan pisang, apel, bawang bombay, dan tomat.

Selain itu pastikan Anda tidak menyimpan kentang lebih dari 3 minggu, untuk menjaga kualitas dan gizi di dalamnya tetap prima.

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyalip Dump Truck, Pemotor Perempuan Tewas Terlindas di Gunungputri Bogor

    Nyalip Dump Truck, Pemotor Perempuan Tewas Terlindas di Gunungputri Bogor

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Kecelakaan motor dan dump truck terjadi di Jalan Raya Boulevard, Gunungputri, Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini menewaskan SAM sang pengendara motor. “Pihak terlibat (kecelakaan), pengendara motor Yamaha Lexi F-6248-FDN bernama SAM, perempuan dan pengemudi dump truck B-9122-FDD yang bernama SG, laki-laki. Korban meninggal dunia satu orang dari pihak pengendara motor,” ujar Kanit Gakkum […]

  • Bupati Bogor Pecepat Pencairan BHPRD untuk Seluruh Desa, Total Rp279 Miliar 

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat pencairan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) bagi seluruh desa. Sekretaris Daerah (Sekda), Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan percepatan pencairan BHPRD ini merupakan instruksi dari Bupati Bogor periode 2025-2030, Rudy Susmanto. “Perlu adanya sosialisasi terkait BHPRD agar tidak ada kebingungan mengenai penggunaan dana tersebut,” ujarnya,Senin (24/2). Dalam rapat […]

  • HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 di Cisarua Pecahkan Rekor dengan MTQ Online Pertama

    HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 di Cisarua Pecahkan Rekor dengan MTQ Online Pertama

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kecamatan Cisarua menghadirkan inovasi baru lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara online. Kegiatan ini berlangsung semarak pada Sabtu, 29 November 2025, di SDN Tugu Selatan 01, Jalan Raya Puncak–Cianjur KM 85,6. Sebanyak sembilan SD Negeri di Cisarua ambil bagian dalam […]

  • Polresta Bogor Berhasil Menangkap Pelaku Perusak Pos Keamanan Masjid Agung

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Polresta Bogor berhasil menangkap individu yang merusak pos keamanan di Masjid Agung Kota Bogor, Jawa Barat. Penangkapan dilakukan beberapa hari setelah insiden tersebut. “Alhamdulillah, tim gabungan Resmob Polresta Bogor Kota dan Reskrim Bogor Tengah telah mengamankan 1 orang yang diduga sebagai pelaku perusakan dan penganiayaan di sekitar Masjid Agung,” ungkap Kapolresta Bogor Kota […]

  • Bupati Bogor Raih Nominasi Tokoh Pendorong Ekonomi Berbasis Budaya dan Pariwisata Daerah

    Bupati Bogor Raih Nominasi Tokoh Pendorong Ekonomi Berbasis Budaya dan Pariwisata Daerah

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id– Bupati Bogor, Rudy Susmanto kembali mencuri perhatian nasional setelah masuk Nominasi Tokoh Pendorong Ekonomi Berbasis Budaya dan Pariwisata Daerah pada ajang Detikcom Award 2025 yang digelar di Java Ballroom, The Westin Jakarta, Selasa (25/11). Penghargaan ini menegaskan komitmen Rudy dalam mempercepat pengembangan pariwisata dan budaya yang menjadi sektor strategis Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor […]

  • TNGHS : Perlu Bentuk Satgas Tangangi Penambang Emas Ilegal di Gunung Halimun 

    TNGHS : Perlu Bentuk Satgas Tangangi Penambang Emas Ilegal di Gunung Halimun 

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id-Kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) belakangan ini marak di wilayah Kabupaten Bogor maupun Lebak Banten. Taman Nasional Gunung Halimun Salak ( TNGHS) terus berupaya untuk menghentikan aktivitas penambang ilegal tersebut. “Kami terus berupaya melakukan berbagai tindakan di lapangan baik pencegahan dan penindakan selalu menemui jalan buntu,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 2 […]

expand_less