Breaking News
light_mode
Trending Tags

6 Alasan Pilkada Lewat DPRD Harus Ditolak: Ancaman Serius bagi Kedaulatan Rakyat

  • account_circle Sandi
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar

bogorplus.id– Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali menuai penolakan keras.

Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi, menegaskan bahwa Pilkada tidak langsung bukan hanya kemunduran demokrasi, tetapi juga bertentangan dengan sejarah, konstitusi, dan prinsip dasar negara republik.

Menurut Yusfitriadi, setidaknya ada enam alasan kuat mengapa Pilkada melalui DPRD harus ditolak.

Ia menilai dorongan sejumlah partai politik dan elite di DPR untuk mengubah mekanisme Pilkada merupakan bentuk pengingkaran terhadap kehendak rakyat.

“Gagasan Pilkada tidak langsung itu ahistoris. Kita sudah pernah mengalaminya pada 2014 dan ditolak luas oleh publik hingga Presiden SBY saat itu menerbitkan Perppu agar Pilkada tetap langsung,” kata Yusfitriadi dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menjelaskan, penolakan publik pada masa lalu menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia menghendaki kepala daerah dipilih secara langsung.

Karena itu, upaya menghidupkan kembali Pilkada melalui DPRD dinilai mengabaikan sejarah ketatanegaraan Indonesia.

Selain ahistoris, Yusfitriadi menyebut wacana tersebut juga inkonstitusional. Ia merujuk pada sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi, antara lain Putusan MK Nomor 85 Tahun 2022, Nomor 135 Tahun 2024, dan Nomor 110 Tahun 2025.

“Mahkamah Konstitusi sudah menegaskan bahwa Pilkada adalah bagian dari rezim pemilu. Artinya, Pilkada harus dilaksanakan secara langsung sebagai perwujudan kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Ia juga menilai Pilkada tidak langsung bertentangan dengan prinsip bernegara. Indonesia, kata dia, adalah negara republik dengan sistem presidensial, bukan monarki atau parlementer.

“Dalam sistem republik presidensial, mandat kekuasaan datang langsung dari rakyat. Prinsip ini seharusnya berlaku dari pusat hingga daerah,” tegas Yusfitriadi.

Lebih jauh, ia menilai Pilkada melalui DPRD berpotensi merampas hak politik rakyat. Menurutnya, hak memilih pemimpin adalah inti dari kedaulatan rakyat yang tidak boleh diamputasi.

“Kalau Pilkada dikembalikan ke DPRD, rakyat dipaksa membeli kucing dalam karung. Mereka tidak lagi tahu dan menentukan langsung siapa pemimpinnya,” katanya.

Dampak lainnya, lanjut Yusfitriadi, adalah hilangnya akuntabilitas kepala daerah kepada rakyat. Kepala daerah yang dipilih DPRD dinilai lebih berpotensi tunduk pada kepentingan kekuasaan dan oligarki.

“Kepala daerah tidak lagi bertanggung jawab kepada rakyat, tetapi kepada elite politik yang memilihnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mekanisme tersebut merupakan praktik lama di era Orde Baru, ketika hak politik rakyat dikebiri selama lebih dari tiga dekade.

“Reformasi diperjuangkan dengan darah dan air mata. Reformasi menjadi tidak bermakna jika kita kembali ke praktik Orde Baru, termasuk Pilkada melalui DPRD,”tuturnya.

Atas dasar enam argumen tersebut, Yusfitriadi menilai tidak ada satu pun alasan konstitusional yang dapat membenarkan penghapusan Pilkada langsung.

Ia pun mendorong masyarakat sipil untuk bersuara dan membangun gerakan penolakan.

“Saya berharap penolakan Pilkada tidak langsung menjadi gerakan besar untuk kembali mengingatkan wakil rakyat agar tidak terus-menerus bertindak bertentangan dengan kehendak rakyat,” pungkasnya.

 

  • Penulis: Sandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebrakan Baru Perumda Pasar Tohaga, Street Food Malam Bikin Pasar Cileungsi Makin Hidup

    Gebrakan Baru Perumda Pasar Tohaga, Street Food Malam Bikin Pasar Cileungsi Makin Hidup

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id– Perumda Pasar Tohaga kembali membuat gebrakan. Setelah sukses di Pasar Ciluar, kini Street Food Malam resmi hadir di Pasar Cileungsi.   Street Food Pasar Cileungsi akan diresmikan pada Rabu, 11 Februari 2026, di pelataran parkir depan Pasar Cileungsi.   Mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Grand opening Street Food Malam ini tak sekadar seremoni. […]

  • Polisi Tangkap Curanmor di Mall Cileungsi, Terancam Pidana 7 Tahun Penjara

    Polisi Tangkap Curanmor di Mall Cileungsi, Terancam Pidana 7 Tahun Penjara 

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Polres Bogor mengamankan S (42) pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di area parkir Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan modus operandi yang dilakukan pelaku yakni dengan cara masuk kedalam area parkir. Kemudian, pelaku mengambil tiket warga yang tertinggal di motornya, lalu menggunakan leter T untuk mengambil motor […]

  • Walkot Depok Izinkan ASN Gunakan Mobil Dinas Untuk Mudik

    • calendar_month Jum, 4 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Wali Kota Depok, Supian Suri, tampaknya tak terlalu mengkhawatirkan perdebatan mengenai izin penggunaan mobil dinas oleh aparat sipil negara (ASN) saat mudik Lebaran 2025. “Tak  apa-apalah,” ucap Supian sambil tersenyum di acara open house yang berlangsung pada hari ketiga di kediamannya di Jalan Pondok Rajeg, RT 002 RW 03, Kelurahan Jatimulia, Kecamatan Cilodong, yang dikutip pada Jumat, 4 […]

  • Dedi Mulyadi Teken Surat Pengambil Alihan Tanah Bantaran Sungai Senin

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan menandatangi surat pengambil alihan tanah bantaran sungai yang akan di klaim oleh negara. Ia mengatakan, surat itu sudah disiapkan oleh Kementrian Perumahan dan Pemukiman serta Kementrian ART/BPN hanya tingal diputuskan saja. “Senin di tanda tangani, kalau diputuskan ya bisa saja (berlaku), kan berikutnya tergantung pemerintah pusat bentuknya mau seperti […]

  • Apa Itu Wrapped in Yellow Once More? Caption Tasya Farasya Curi Perhatian Saat Sidang Cerai Ahmad Assegaf

    Apa Itu Wrapped in Yellow Once More? Caption Tasya Farasya Curi Perhatian Saat Sidang Cerai Ahmad Assegaf

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Selebgram Tasya Farasya tengah mencuri perhatian saat menjalani sidang cerai perdananya dengan Ahmad Assegaf, pada Rabu, 25 September 2025. Penampilan Tasya semakin jadi sorotan ketika ia membagikan potret dirinya melalui Instagram. Pada unggahan itu, ia menuliskan kalimat yang penuh makna, “Wrapped in yellow once more”. Di luar penampilannya, jalannya sidang perdana Tasya Farasya […]

  • 6 Tips Ampuh Agar Tetap Tenang dan Fokus Saat Ujian

    6 Tips Ampuh Agar Tetap Tenang dan Fokus Saat Ujian

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Menghadapi ujian sering kali menciptakan perasaan cemas dan tegang yang dapat mengganggu konsentrasi dan fokus. Untuk membantu Anda tetap tenang dan fokus saat ujian agar bisa menyelesaikan soal dengan baik, berikut adalah 6 tips yang bisa Anda terapkan: 1. Persiapan yang Baik Kunci utama untuk tetap tenang saat ujian adalah dengan melakukan persiapan […]

expand_less